The Concept of Curriculum (Konsep Kurikulum)

Kurikulum sebagai rancangan pendidikan mempunyai kedudukan yang sangat penting dan strategis dalam seluruh kegiatan pendidikan. Mengingat pentingnya peranan kurikulum di dalam pendidikan dan dalam perkembangan kehidupan manusia, maka dalam penyusunan kurikulum tidak bisa  dilakukan tanpa menggunakan landasan serta ilmu falsafah pendidikan yang kokoh, kuat, terbukti, dan terpercaya. Kita dapat bayangkan andaikata analogi dari kata di atas ibarat sebuah bangunan rumah yang dibangun tidak menggunakan fondasi (landasan) yang kokoh, kuat, dan kerangka bangunan yang baik, maka rumah tersebut akan cepat rubuh atau rusak, bila terkena goncangan atau diterpa angin. Demikian halnya dengan kurikulum, apabila kurikulum tidak didasarkan pada landasan yang tepat, kuat, dan kokoh, maka kurikulum tersebut tidak akan bertahan lama, dan bahkan dapat dengan mudah ditinggalkan oleh para pelaksana kurikulum tersebut.

Dengan demikian dalam mengembangkan kurikulum kita terlebih dahulu harus mengetahui The Concept Of Curriculum (Konsep Kurikulum) yang menjadi landasan dari Kurikulum yang baik yang dapat mencakup seluruh kebutuhan yang ingin dicapai. Oleh karena itu, terlebih dahulu kurikulum harus diidentifikasi dan dikaji secara selektif, akurat, mendalam, dan menyeluruh landasan apa saja yang harus dijadikan pijakan dalam pembuatan maupun pengembangan kurikulum baik untuk direhabilitasi maupun suatu kurikulum yang baru.

Teori kurikulum adalah suatu perangkat pernyataan yang memberikan makna terhadap kurikulum sekolah, makna tersebut terjadi karena adanya penegasan hubungan antara unsur-unsur kurikulum, karena adanya petunjuk perkembangan/penggunaan dan evaluasi kurikulum. Konsep terpenting yang perlu mendapatkan penjelasan dalam teori kurikulum adalah Konsep Kurikulum. Ada tiga konsep tentang kurikulum, kurikulum sebagai substansi, sebagai sistem, dan sebagai bidang studi .

  1. a.      Konsep pertama, kurikulum sebagai suatu substansi:

Suatu kurikulum, dipandang orang sebagai suatu rencana kegiatan belajar bagi murid-murid di sekolah, atau sebagai suatu perangkat tujuan yang ingin dicapai. Suatu kurikulum juga dapat menunjuk kepada suatu dokumen yang berisi rumusan tentang tujuan, bahan ajar, kegiatan belajar-mengajar, jadwal, dan evaluasi. Suatu kurikulum dapat diartikan pula sebagai pengalaman-pengalaman pembelajaran yang dipandu dan dirancang dan hasil pembelajaran yang dibentuk melalui rekonstruksi sistematik pengetahuan dan pengalaman dibawah naungan sekolah, untuk perkembangan optimal murid-murid baik secara individu maupun social (Tanner, 1980).

  1. b.      Konsep kedua, adalah kurikulum sebagai suatu sistem:

Yaitu sistem kurikulum. Sistem kurikulum merupakan bagian dari sistem persekolahan, sistem pendidikan, bahkan sistem masyarakat. Suatu sistem kurikulum mencakup struktur personalia, dan prosedur kerja bagaimana cara me­nyusun suatu kurikulum, melaksanakan, mengevaluasi, dan menyem­purnakannya. Hasil dari suatu sistem kurikulum adalah tersusunnya suatu kurikulum, dan fungsi dari sistem kurikulum adalah bagaimana memelihara kurikulum agar tetap dinamis.

  1. c.       Konsep ketiga, kurikulum sebagai suatu bidang studi:

Yaitu bidang studi kurikulum. Ini merupakan bidang kajian para ahli kurikulum dan ahli pendidikan dan pengajaran. Tujuan kurikulum sebagai bidang studi adalah mengembangkan ilmu tentang kurikulum dan sistem kurikulum. Mereka yang mendalami bidang kurikulum mempelajari konsep-konsep dasar tentang kurikulum. Melalui studi kepustakaan dan berbagai kegiatan penelitian dan percobaan, mereka menemukan hal-hal baru yang dapat memperkaya dan memperkuat bidang studi kurikulum.

“Kurikulum ialah segala rancangan pendidikan (akademik dan kokurikulum) yang dikendalikan oleh sesebuah institusi pendidikan untuk mencapai matlamat pendidikan. Ia suatu rancangan yang meliputi segala ilmu pengetahuan, kemahiran, nilai dan norma, unsur-unsur kebudayaan dan kepercayaan masyarakat untuk diwariskan kepada ahli-ahlinya……..(Akta Pendidikan 1996)”. Jadi,  kurikulum merupakan semua pembelajaran yang dirancang dan dipandu oleh pihak penyelenggara pendidikan untuk  mencapai makna dari pendidikan yang diberikan atau matlamat pendidikan. Kurikulum dipandang sebagai suatu proses, dimana dalam pelaksanaanya kurikulum mencakup proses interaksi antara, guru, siswa, dan ilmu serta pengetahuan. Guru melaksanakan apa yang sudah dirancang oleh system dan senantiasa menilai proses pengajaran dan hasil pembelajaran serta murid melasanakan program jenjang pendidikan yang sudah dirancang oleh sekolah dari rujukan system kurikulum yang berlaku.

Menurut Ralph W. Tylor (1949), beliau mengemukakan empat pertanyaan pokok yang menjadi inti kajian kurikulum:

1. Tujuan pendidikan yang manakah yang ingin dicapai oleh sekolah?

2. pengalaman pendidikan yang bagaimanakah yang harus disediakan untuk mencapai tujuan tersebut?

3. Bagaimana mengorganisasikan pengalaman pendidikan tersebut secara efektif?

4. Bagaimana kita menentukan bahwa tujuan tersebut telah tercapai?

Dari semua pertanyaan tersebut kita dapat melihat bahwa kurikulum merupakan suatu proses yang kompleks yang butuh diidentifikasi dan dikaji secara mendalam dengan landasan yang kuat dan tepat, tidak bisa sembarang untuk memperolehnya, karena ini berpengaruh terhadap proses pelaksanaan pendidikan dan kehidupan manusia. Maka kita perlu mengetahui, How good the Curriculum is?

DAFTAR PUSTAKA

Sukirman, Dadang, Drs., M.Pd.(2011). Landasan Pengembangan Kurikulum. Bandung : UPI.

Online :

http://www.m-edukasi.web.id/2012/06/konsep-kurikulum.html

http://cwanrzzwt.blogspot.com/2011/08/definisi-dan-konsep-kurikulum.html

http://www.google.com/search?q=konsep+kurikulum.

http://www.slideshare.net/khazli689/konsep-kurikulum

Advertisements